a . b . c . d . e . f . g . h . i . j . k . l . m . n . o . p . q . r . s . t . u . v . w . x . y . z . all

Sesuci Hati

Album :
Munsyid : Madani
http://liriknasyid.com


Hati yang suci
Terpancar di wajah yang murni
Berkat ketaqwaan dan keimanan
Terserlah serian wajah
Oh Tuhan

Sesuci hati yang terasa
Sinar ilahi menusuk jiwa
Terasa heningnya suasana
Sesegar dedaun di rimba

Senyuman yang menawan
Yang menghiburkan hati
Lahir dari hati yang suci

Suburkan kemanisan
Imanmu dihati
Agar ia terus berkekalan selamanya

Pabila kemanisan iman kau kecapi
Pasti hidupmu tenteram dan harmoni
Mencari keredhaan Allah yang esa
Moga hidup kan diberkatinya.. ooo

Jauhkanlah dirimu dari noda
Kerna ia racun yang berbisa
Ucapkanlah syukur pada yang Esa
Agar hidup kan tenang sentiasa

Pengirim : Muhammad Hamdi

--------------------------------------------------------------------------------
Dapatkan lirik-lirik nasyid di http://www.liriknasyid.com
eXpresi PENYEGARAN diri
--------------------------------------------------------------------------------
[submit 11/04/2006] . [ambil lirik] . [6320 klik]






Ada 4 Komentar terhadap lirik "Sesuci Hati"

Silahkan mengisi komentar



«-- Ketik : bismillah •

  • 24/06/2010 01:22:56 zul dari penang:
    nak mp3 lagu ni
  • 02/06/2007 23:34:05 andhika agusmin dari medan:
    Komentar : lagu ini cukup untuk di kenang. mengingat saat ini zaman tak lagi mampu bersahabat dengan manusia. apa mungkin ini semua akibat ulah kita. dan memang tak ada yang mampu tuk di salahkan, pertanyakan, dan disesalkan.andai semuatak kembali kepada hati yang bersi lagi suci, sesuci embun di pagi hari
  • 02/06/2007 23:34:03 andhika agusmin dari medan:
    Komentar : lagu ini cukup untuk di kenang. mengingat saat ini zaman tak lagi mampu bersahabat dengan manusia. apa mungkin ini semua akibat ulah kita. dan memang tak ada yang mampu tuk di salahkan, pertanyakan, dan disesalkan.andai semuatak kembali kepada hati yang bersi lagi suci, sesuci embun di pagi hari
  • 30/05/2006 17:16:06 anti madani falahiah dari kota bharu:
    bolok lagi huduh